Pemkot Makassar Longgarkan Pembatasan Operasional Pelaku Usaha

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat Memimpin Rakor di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melanjutkan pembatasan operasional bagi masyarakat dan pelaku usaha hingga 26 Januari mendatang.

Ada poin yang berubah dari kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan yang mulanya hanya sampai pukul 19.00 sedikit dilonggarkan boleh beroperasi hingga pukul 22.00.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menganggap pembatasan sebelumnya memengaruhi sektor usaha khusunya mereka yang beroperasi di malam hari. Sehingga diberi sedikit kelonggaran dengan menambah jam operasional.

“Impact ekonomi sedikit kita buka tetap melakukan pembatasan. Semoga ini menjadi perhatian, kita sengaja longgarkan,” ungkap Rudy dalam Rakor di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar, Selasa (12/1/2021)

Ia menegaskan bahwa pembatasan kegiatan masyakarat mesti dipatuhi oleh seluruh warga. Terkhusus bagi para pelaku usaha.

Ia mengingatkan agar mereka mengikuti aturan batas jam operasional sampai pukul 22.00 WITA. Kemudian memperketat protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Ada sanksi tegas yang disiapkan bagi pelaku usaha yang melanggar kebijakan tersebut. Disampaikan Rudy, hukuman pidana bisa dijatuhkan apabila terus dilanggar.

“Kami tidak segan-segan kalau ada yang melanggar, bukan saja sanksi administrasi tapi bisa sampai pidana dalam hal ini UU Kekarantinaan,” ujarnya.

Diketahui, pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Makassar berlaku hari ini, Selasa (12/01/2021). Kemudian penerapannya berakhir sampai 26 Januari mendatang.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR