Proyek Pedestrian Tanjung Bunga Mandek, Legislator Nasdem: Dampak Sosialnya Luar Biasa

Selasa, 12 Januari 2021 16:53

Sekretaris DPD Nasdem Makassar, Ari Ashari Ilham.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembangunan pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga tahap I terkendala akibat pembebasan lahan yang belum tuntas. PT Nindya Karya Tbk selaku kontraktor baru menuntaskan 30 persen atau 250 meter dari 1,3 Km lahan yang dibutuhkan.

Anggota DPRD Kota Makassar Ari Ashari Ilham memberi atensi lebih terkait mandeknya proyek pedestrian ini. Menurutnya, proyek infrastruktur yang sebelumnya ditolak mayoritas legislator ini terkesan terburu-buru.

“Kalau sudah seperti inikan proyek sudah jalan, mereka baru mau negosiasi untuk menyelesaikan sengketa lahannya. Terlalu buru-buru saya rasa ini dikerjakan. Ini salah satu penolakan kami sebenarnya di DPRD dalam anggaran perubahan. Salah satu yang kami tolak ini tapi tetap dikerjakan Pemkot,” kata Ari Ashari, Senin (11/1/2021).

Sekretaris DPD NasDem Kota Makassar itu mengatakan, proyek tersebut juga menimbulkan efek yang luar biasa bagi para pengguna jalan yang melintas Jalan Metro Tanjung Bunga.

Bagaimana tidak, untuk masuk ke kawasan Tanjung Bunga, masyarakat akan dihadapkan dengan kemacetan karena adanya rekayasa lalu lintas imbas dari pengerjaan proyek pedestrian itu.

Selain itu, pengerjaan yang berada di dekat danau GTC itu kerap menimbulkan kerusakan bagi kendaraan roda empat.

“Itu macetnya sampe 1 jam lebih. Rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan tidak tepat sasaran ada beberapa rekayasa lalu lintas yang dibuat ulang supaya tidak bertabrakan arusnya,” gumamnya.

Komentar