Pupuk Sulit, Petani Menjerit

Selasa, 12 Januari 2021 14:42

Sejumlah petani yang ada di Kabupaten Gowa mengeluh, terkait pupuk yang akhir-akhir ini dianggap mengalami kelangkaan.

FAJAR.CO.ID, GOWA – Sejumlah petani yang ada di Kabupaten Gowa mengeluh, terkait pupuk yang akhir-akhir ini dianggap mengalami kelangkaan.

Seperti yang dialami Jamaluddin, petani di Kecamatan Bajeng Barat. Ia mengaku, padi yang telah ditanam terlambat diberikan pupuk. Sehingga mengalami keterlambatan pertumbuhan.

“Setengah bulan setelah di tanam baru ada pupuk, baru kemarin dibeli satu orang satu dulu. Kalau sesuai waktunya tidak begini. Inikan terlambat,” katanya, Selasa (12/1/2021).

Yang menjadi masalah baru lagi ketika ia mendapat pupuk, lanjut dia, harganya yang justru naik dari harga Rp95 ribu per karung saja.

“Harganya Rp130 ribu. Sebelumnya itu tahun lalu Rp95 ribu. Kalau petani mahal, tapi mau bagaimana lagi karena kebutuhan,” keluh Jamaluddin.

Senada, petani lainnya yang bernama Saldi juga mengalami hal yang sama. Dari beberapa penjual agen yang ia datangi, nyaris tak ada pupuk. Kalau pun ada, harganya justru mahal di harga Rp150 ribu.

“Biasanya banyak di agen-agen sekarang kosong. Saya sempat keliling mencari sampai daerah Barombong dan Pallangga tapi kosong. Dan ini didapat sama kelompok Tani itupun satu orang satu karung,” ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo sempat berkunjung ke tanah kelahirannya itu, di Kabupaten Gowa. Kata dia, pupuk saat ini justru dianggap masih aman.

Komentar