Pupuk Sulit, Petani Menjerit

Selasa, 12 Januari 2021 14:42

Sejumlah petani yang ada di Kabupaten Gowa mengeluh, terkait pupuk yang akhir-akhir ini dianggap mengalami kelangkaan.

“Selalu saja itu masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tetapi kalau di cek, rata-rata baru pengunaannya 94 persen. Stock aman,” kata mantan Gubernur Sulsel ini.

Kendati, keluhan kelangkaan pupuk dari petani harus ia dengar.

“Tetapi, itu menjadi pesan untuk saya, kalau ada yang begitu (pupuk langka) yang dimana?, Kan begini, kalau pupuk itu harus terdaftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) namanya, dan itu tidak boleh tiba-tiba,” jelas Syahrul belum lama ini.

Penyaluran pupuk untuk sampai ke petani, dianggap harus diseleksi lebih dulu di provinsi dan di kabupaten.

“Provinsi seleksi lagi, di proses lagi, jadi kalau ada yang masuk di RDKK itu kita tinggal sikapi,” jelasnya. (Ishak/fajar)

Komentar