Calon Kapolri, IPW: Kapolri yang Mampu Wewujudkan Harapan Masyarakat, Bukan Keinginan Satu Orang

Rabu, 13 Januari 2021 09:28

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berharap kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis bisa senantiasa bersikap satu kata dengan perbuatan, sehingga bisa menjadi teladan bagi 400.000 anggota Polri.

IPW melihat tantangan yang dihadapi Polri ke depan cukup berat, mengingat dampak pandemi Covid 19 sudah menimbulkan banyak persoalan baru baik di bidang sosial, ekonomi, budaya maupun politik.

“Sementara Polri sendiri harus menghadapi berbagai persoalan internal yang tak kalah berat. Misalnya adanya sejumlah ketentuan yang diskriminatif,” kata Neta, Rabu (13/1).

Karena itu, Neta berpesan kapolri baru harus segera menghilangkan semua ketentuan yang diskriminatif di tubuh Polri. “Misalnya ketentuan non-Akpol dilarang mengikuti Sespimen, perwira LAN 1 tidak boleh menjadi kapolda, tidak adanya kapolda perempuan dan lain-lain,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Neta, kapolri baru perlu konsisten dalam menegakkan sikap profesional, modern, terpercaya (promoter) Polri, dan menerapkan kontrol terhadap bawahan langsung oleh masing masing atasan.

“Sehingga semua jajaran kepolisian terkendali kinerja, mentalitas maupun moralitasnya,” katanya.

Neta memaparkan, di eksternal, jajaran Polri harus menghadapi kian meluasnya narkoba yang meracuni generasi muda. “Ini patut menjadi prioritas,” tegasnya.

Lalu, kata Neta, berkembangnya radikalisme, masih bercokolnya potensi terorisme, dan kondisi sosial ekonomi yang memicu berbagai aksi kriminal juga perlu menjadi fokus perhatian agar tidak meresahkan masyarakat.

Komentar