Di Tangan Para Remaja Ini, Kulit Pisang Jadi Bahan Kopi

Rabu, 13 Januari 2021 19:39

Foto: Muizzu Khaidir/KeKer

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kulit pisang bagi sebagian orang hanyalah limbah. Namun, di tangan pelajar SMK-SMAK Makassar (SMAKMA), Raihan Achmad Hidayat bersama kelima kawannya, kulit pusing jadi kopi alternatif.

Achmad Hidayat, Izhar Muamalah, Imran, Mishbah Nurul FS, Putri Parantean, dan Stenly Avelino membuat alternatif kopi tanpa efek samping kafein. Kopi ini mereka namai Kopi Kapal Unti (unti dalam bahasa Makassar berarti pisang).

“Orang yang suka kopi tapi takut efek samping yang ada, kafein, kopi alternatif ini solusinya” beber Raihan Achmad Hidayat yang juga mantan Ketua OSIS SMAKMA ini.

Mereka memilih limbah kulit pusing kepok karena lebih banyak menghasilkan kopi dibanding pisang jenis lain.

Saat proses pembuatan, mereka kerap mengalami kesulitan membersihkan kulit pisang. Bagian paling lama adalah menghilangkan getahnya. Saat pertama kali mencoba, masih didapati banyak endapan-endapan, karena getahnya belum sepenuhnya bersih.

“Kopinya tetap terasa, tapi endapannya mengganggu jadi kita saring lagi, dan berasalah kopinya, tidak ada rasa pisangnya sama sekali,” ucapnya.

Kepala SMAKMA, Muhammad Nadar, Rabu, 13 Januari bilang project work ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Membuat produk yang bahan utama adalah dari limbah yang bisa dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai jual. Namun karena pandemi sempat tertunda.

“InsyaAllah ke depannya nilai jualnya akan kami hitung,“ ungkap Nadar yang juga pecinta kopi dan hobi naik sepeda ini. (mil)

Bagikan berita ini:
1
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar