Kasus Dugaan Pemerkosaan di Bone Ditangani LPA Sulsel, Tak Ada Kata Damai

ILUSTRASI. Pemerkosaan

FAJAR.CO.ID, BONE — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel turun tangan menangani kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulsel.

Meski kedua pelaku yang berinisial AM (25) dan inisial AI (15) sudah ditahan di Polsek Lamuru namun LPA Sulsel tetap melakukan pendampingan. Fokusnya terhadap UU Perlindungan Anak.

“Tim Bone dan provinsi bergerak membantu korban. Rencananya korban akan dibawa ke Makassar untuk konseling oleh dokter psikolog,” kata Tim Advokasi LPA Sulsel, Makmur Rabu (13/1/2021).

Koordinator Divisi Pengaduan dan Reaksi Cepat P2TP2A Kota Makassar itu menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada tim bahwa tidak ada kata damai. “Tidak ada kata damai. Proses hukum tetap jalan dengan memakai UU perlindungan anak,” tegasnya.

Sementara Aktivis Perempuan Anak Bone, Martina Majid menambahkan, kalau dari sisi pidana tetap meminta penerapan UU Perlindungan Anak dan diberikan hukuman maksimal.

“Walaupun nanti kasusnya displit karena ada pelaku anak di bawah umur juga. Tetapi, kami akan terus memantau kasus tersebut dan memberikan perlindungan serta penguatan psikologis terhadap korban,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap kedua pelaku dan keduanya warga Kecamatan Lamuru sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, awalnya korban dihubungi oleh pelaku AI pada Kamis 24 Desember pukul 20.00 Wita. Korban diajak keluar jalan-jalan pukul 22.00 Wita. Pelaku pun kemudian menjemput korban dan dibawa ke rumah temannya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR