Kisah Pilu Satu Keluarga, Jenazah Istri Teridentifikasi, Suami dan Bayi Belum Ditemukan

Rabu, 13 Januari 2021 23:14

Petugas membawa kantung jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Pri...

”Bak (ayah, Red) kami sudah di ruang tunggu bandara. Kami nak berangkat. Pesawat delay,” begitu isi SMS yang dikirim Puput, sapaan akrab Indah Halimah Putri, seperti dikutip Sumatera Ekspres.

Ridwan lalu menghabiskan Sabtu sore itu (9/1) dengan menonton televisi. Ada tayangan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta–Pontianak.

Kepada orang tuanya yang tinggal di Desa Sungai Pinang II, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Puput tak pernah bercerita bahwa dirinya, suami, anak, mertua, serta keponakan naik pesawat Sriwijaya Air.

Jadi, Ridwan prihatin melihat kabar kecelakaan itu, tapi sama sekali tak ada bayangan tragedi tersebut akan berkaitan dengannya.

Sampai sebuah panggilan telepon dari seseorang bernama Ari selepas Magrib mengejutkannya. Ari mengaku sebagai atasan Rizki Wahyudi, suami Puput.

”Pak, pesawat yang ditumpangi Rizki sama istri, anak, dan ibunya jatuh,” ujar Ari yang mengaku tengah berada di Bandung.

Dunia mendadak seperti runtuh bagi Ridwan. Dia kehilangan anak, menantu, cucu, dan besan dalam satu hantaman musibah Sriwijaya Air SJ182.

Ridwan terkejut. Tapi, mau tak mau dia harus meneruskan kabar itu kepada sang istri, Yusnia.

Dan, seperti dia duga, musibah itu terlalu berat untuk didengar perempuan 52 tahun tersebut. Dia pingsan.

Saat Sumatera Ekspres menyambangi kediaman keluarga yang tengah berduka itu kemarin (10/1), Yusnia belum sadarkan diri. Dia dibaringkan di ruang tengah yang cukup luas.

Komentar


VIDEO TERKINI