Kurang Sosialisasi, Masyarakat Masih Enggan Lakukan Vaksinasi

Rabu, 13 Januari 2021 16:13

Ilustrasi Vaksin. (int)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah mempersiapkan berbagai hal jelang pelaksanaan vaksinasi yang rencananya mulai dilakukan besok, Kamis (14/1/2021) di sejumlah fasilitas kesehatan.

Untuk proses vaksinasi tahap pertama, pemerintah menyasar kelompok yang rentan terjangkit virus corona seperti tenaga kesehatan, termasuk pejabat publik guna menjadi contoh dan memberi keyakinan kepada masyarakat.

Namun tak dapat dipungkiri masih banyak warga yang lebih memilih untuk tidak divaksin dengan berbagai alasan, terutama timbulnya rasa ragu terhadap efek samping vaksin Sinovac yang berujung pada kesehatan.

Seperti yang diungkapkan, seorang pedagang, Daeng Rate mengaku enggan untuk melakukan suntik vaksin. Lantaran merasa takut dan khawatir dengan kesehatan tubuhnya.

“Begini, saya ini takut-takut divaksin karena banyak orang bilang kalau divaksin ki justru tambah sakit ki,” kata Daeng Rate, Rabu (13/1/2021).

Bahkan, ia menyebut bahwa dirinya pernah mendapatkan saran dari orang lain untuk sebaiknya mengkonsumsi air kelapa setelah divaksin agar menetralisir cairan vaksin yang masuk dalam tubuh.

Senada dengan itu, Ati seorang pedagang minuman juga menuturkan hal yang sama. Hanya saja, dirinya menilai bahwa perlu sosialisasi yang intens dilakukan oleh dinas terkait khususnya di bidang kesehatan.

Mengingat vaksin memiliki kaitan erat dengan kondisi tubuh seseorang.

“Saya bingung juga, kadang kita mau bertanya di RT atau RW tapi mereka tidak paham, jadi sistem untuk divaksin ini saya tidak tau. Justru yang banyak saya dengar dari orang malah keburukannya ini vaksin,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI