Selain Pembatasan Sosial, Guru Besar Unhas Sarankan Pemerintah Lakukan Tracing Super Masif

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan mengkritik langkah pemerintah kota Makassar yang memberikan kelonggaran aktivitas masyarakat di tengah terus meningkatnya angka positif Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, membuat aturan membolehkan aktivitas usaha beroperasi sampai pukul 22.00 WITA dari sebelumnya hanya hingga pukul 19.00 WITA. Aturan ini berlaku mulai Selasa, 12 Januari hingga 26 Januari 2021.

Prof Tasrief menilai, langkah ini bertentantangan dengan anjuran pemerintah pusat untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar selama dua pekan, mulai 11 Januari 2021.

“Pemda Sulsel seharusnya punya target untuk menjadikan wilayah ini paling cepat terbebas dari Covid. Sebelumnya, sudah ada program Pemda Sulsel yang menjadi teladan nasional, seharusnya program itu dikembangkan sehingga predikat teladan terlihat buktinya, yaitu mampu mengedalikan pertumbuhan Covid-19,” jelasnya kepada fajar.co.id, Rabu (13/1/2021).

Seharusnya, lanjut Tasrief, kota besar seperti Makassar dapat tampil sebagai kota yang menginspirasi kota lainnya, saat Jakarta sebagai Ibukota tidak mampu memberi teladan.

“Jika Makassar mampu secara signifikan meredam pertumbuhan Covid, maka itu akan menginspirasi yang lain, sehingga benar percaya pada label program teladan yang sudah disematkan sebelumnya,” paparnya.

Prof Tasrief berpandangan, perlu adanya pelaksanaan tracing secara masif yang diikuti oleh Peningkatan kapasitas Program Wisata Duta Covid-19, memiliki landasan teori yang kuat dan diyakini mampu menjadikan kurva pertumbuhan semakin landai. Dengan demikian rumah sakit dan tenaga kesehatan tidak overloaded.

  • Bagikan