Transit di Jakarta, Kisah 2 Calon Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Lolos dari Maut

Rabu, 13 Januari 2021 09:52

Petugas membawa kantung jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021) (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Dua calon penumpang Sriwijaya Air SJ-182 lolos dari maut. Sebelum kejadian nahas, kedua penumpang ini memilih tak naik pesawat dan malah memilih naik kapal laut ke Pontianak.

Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo, dua penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang namanya masih masuk dalam manifest pesawat. Namun mereka memilih tak ikut berangkat pada hari itu.

Keduanya merupakan teknisi telekomunikasi. Mereka lebih memilih naik Kapal Pelni menuju Pontianak lantaran tidak mampu membayar biaya tes swab PCR seharga Rp2,6 juta saat akan naik pesawat.

Namun nama mereka masih tetap tercantum dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ182 disebabkan mereka tak melapor pembatalan keberangkatan atau tiket mereka.

Keduanya mengucap syukur lantaran masih diberi umur panjang.

Raut wajah bahagia bercampur haru terpancar dari Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo, dua penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang batal naik pesawat nahas itu.

Dengan mata berkaca-kaca Paulus Yulius Kollo (24) mengaku dirinya bersama temannya Indra Wibowo menggunakan pesawat transit dari Makassar menuju Jakarta.

Mereka hendak bekerja sebagai teknisi telekomunikasi di Pontianak.

Paulus asal kota Kupang Nusa Tenggara Timur dan Indra asal Aceh.

“Sesampainya di Jakarta saya tidak bisa melanjutkan penerbangannya lantaran syarat masuk ke Pontianak harus menggunakan swab PCR. Sedangkan kami hanya memiliki dokumen swab antigen,” kata Paulus, Senin (11/1) lalu.

Paulus dan Indra pun memilih naik kapal Pelni KM Lawit menuju Kota Pontianak. Dan mereka tidak memberitahukan ke maskapai bahwa mereka membatalkan tiketnya.

Sehingga nama keduanya masih tertera dalam manifest pesawat.

Dia dan rekannya tidak mengetahui jika pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sejatinya akan ditumpanginya mengalami kecelakaan.

Paulus mengetahui kecelakaan tersebut setelah tiba di Pontianak pada 10 januari sehari usai pesawat tersebut jatuh.

Kini Paulus dan Indra Wibowo mengaku sangat bersyukur lantaran dapat terhindar dari kecelakaan tersebut.

Saat tiba di Kota Pontianak keduanya langsung menghubungi keluarga mereka masing masing untuk memastikan keadaan mereka selamat. (ral/int/pojoksatu)

Komentar