Warga Keluhkan Batu Bara Lamuru, Gubernur Sulsel: Kami Akan Tindaklanjuti

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONE — Keluhan warga Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulsel akhirnya direspons Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Pemprov berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menegaskan Sulsel ini bukan daerah tambang. Prioritas Sulsel itu adalah pertanian. Pertanian itu kuncinya adalah air sehingga lingkungan harus dijaga untuk menjadi daerah konservasi untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

“Kasih saya nama perusahaannya. Saya minta nanti Menteri ESDM untuk ceknya. Kami akan tindak lanjuti,” ujarnya Rabu (13/1/2021).

Saat ditanya soal teguran yang telah dilayangkan oleh DPLH Provinsi Sulsel yang tidak pernah diindahkan, NA mengaku kalau itu tidak mengindahkan kaidah lingkungan nanti sampaikan ke Menterinya langsung.

“Yang pasti lingkungan harus dijaga karena jujur saja lingkungan yang utama. Kalau tidak diindahkan saya sampaikan ke Pak Menteri nanti,” tegasnya.

Aktivitas PT Pasir Walannae di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru sangat merugikan petani. Sebab, sudah enam kali panen petani tak pernah panen sekalipun. Embun atau cekdam yang berada di Lapettang Dusun Mari-mario, Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru tak bisa lagi dimanfaatkan oleh petani. Semuanya sudah rusak. Termasuk saluran irigasi. Diduga kuat rusak karena aktivitas penambang.

“Kita hanya dijanji untuk diperbaiki. Tetapi mudah-mudahan sudah dipebaiki betul nanti,” ujar sumber FAJAR yang tak ingin disebutkan identitasnya.

  • Bagikan