Bela Raffi Ahmad Cs, Teddy Gusnaidi: Itu Bukan Kasus Penghasutan

Kamis, 14 Januari 2021 20:13

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi memberikan pembelaan kepada Raffi Ahmad dan beberapa publik figus yang menghadiri sebuah pesta Rabu malam (13/1/2021).

Terlebih jika kejadian itu disamakan dengan kasus yang menimpa mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).

“FPI dan beberapa pihak mendesak aparat bersikap adil, kenapa Raffi ahmad cs gak diproses hukum sedangkan Rizieq diproses hukum karena berkerumun, penegak hukum dianggap diskriminatif dan tidak adil,” kata Teddy dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya pasal yang disangkakan ke HRS adalah soal penghasutan. Bukan pasal melanggar protokol kesehatan dengan membuat kerumunan.

“Woi!! Rizieq itu dipidana bukan karena kasus kerumunan, tapi penghasutan..,” ungkapnya.

“Rizieq dijerat pasal Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Ancamannya 6 tahun penjara, makanya rizieq ditahan. Pasal 160 KUHP bukan soal kerumunan. Bagaimana bisa kalian framing pasal 160 itu sebagai pasal larangan kerumunan?Mau framing tapi kok gak cerdas ya..,” jelasnya melanjutkan.

Pegiat media sosial, Permadi Arya turut memberikan pembelaan ke Raffi Ahmad dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga ikut hadir dalam private party itu.

“Pendukung Rizieq minta Raffi dan Ahok diproses hukum seperti Rizieq.. gini lho.. Rizieq itu penyelenggara acara, sedangkan Raffi & Ahok itu tamu undangan. kalo mau diproses juga yang ngundang Raffi & Ahok. maap saya mau tanya, syarat jadi pendukung Rizieq itu harus tolol dulu ya?,” belanya.

Komentar