Kasus Pembunuhan Teller Bank Disidangkan, Jaksa Ungkap Fakta Mengejutkan

Kamis, 14 Januari 2021 20:32

Pelaku Putu AHP, 14, ditahan di Mapolresta Denpasar karena merampok dan membunuh Ni Putu Widiastuti, teller Bank Mandiri di Ubung, Denpasar. (IST)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR-Kasus pencurian berujung pembunuhan dengan terdakwa anak dibawah umur berinsial Putu HAP, 14 tahun, terhadap korban, teller Bank Mandiri, Ni Putu Widiastuti, 25 tahun, Kamis (14/1) menjalani sidang perdana.

Sidang perdana yang digelar secara virtual dan tertutup itu, terdakwa PHAP menjalani sidang dari Rutan Polresta Denpasar. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Denpasar dan Hakim di Pengadilan Negeri Denapasar.

Mengagendakan pembacaan surat dakwaan dan dilanjutkan pemeriksaan saksi. Pada sidang kali ini, JPU menghadirkan 9 (Sembilan) orang saksi.

“Saksinya 2 (dua) polisi dan 7 (tujuh) orang saksi lainnya umum,” terang Jaksa Ni Putu Widyaningsih usai sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Hari Supriyanto.

Sedangkan saat pembacaan surat dakwaan, JPU mendakwa bocah putus sekolah itu dengan dakwaan primair, yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, lebih subsider Pasal 365 ayat (3) KUHP.

Dimana di dalam dakwaan diuraikan, sebelum melakukan aksinya, terdakwa mengambil pisau dapur dan menyelipkan di pinggangnya.

Peristiwa itu terjadi, pada Minggu lalu (27/12) sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah itu, terdakwa berjalan menuju rumah korban yang jaraknya kurang lebih 25 meter dari tempat kosnya.

Menuju ke arah barat, lalu terdakwa mulai memantau situasi rumah korban. Setelah merasa situasi sudah aman, terdakwa masuk ke dalam rumah korban dengan cara memanjat tembok.

Komentar