Ribka Tjiptaning Menolak Divaksin Covid, Teddy Gusnaidi Duga Salah Baca Berita

Kamis, 14 Januari 2021 22:13

Ribka dan Teddy

“Analoginya begini, saya buka warung mie instan. Mie instan ini sudah ada bumbunya, bumbunya ini tidak perlu saya teliti lagi sebelum saya jualan, karena sudah lolos BPOM. Tidak mungkin saya bisa jualan mie instan kalau tidak lolos BPOM. Begitupun Bio farma, tidak akan produksi,” katanya.

“Karena saya sudah jualan, maka saya harus memeriksa bahwa mie instan yang disajikan ke pelanggan, bumbunya dimasukin semua, bukan setengah. Dan jangan sampai mie direbus terlalu lembek, karena tidak disukai oleh pelanggan. Ini lebih ke proses penyajian bukan soal kualitas bumbunya,” sambung Teddy.

Kalau soal bumbunya, kata Teddy, sudah lolos dari BPOM sehingga tidak berbahaya, ini masalah menjaga kualitas rasa dan penyajian. Jika bumbunya dipakai full maka sesuai rasanya, jika tidak dipakai full, maka rasanya tidak sesuai, tapi tidak membahayakan, karena bumbunya memang tidak berbahaya.

“Nah Bu Ribka tidak mau disuntik vaksin karena menunggu hasil penelitian warung mie instan terhadap bumbu mie instan, apakah bumbu itu berbahaya atau tidak? Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi, karena yang melakukan penelitian itu BPOM bukan warung dagang mie instan,” beber Teddy.

Menurut Teddy, itu hanya tahapan untuk mendapatkan izin edar selanjutnya setelah sebelumnya mengedar 700 ribu vaksin.

Kalau vaksin itu berbahaya, kata Teddy, tentu Bio Farma tidak disuruh memproduksi dan mengedarkan. Karena Vaksin ini sudah lolos dari BPOM dan WHO, jadi ini bukan proses dari nol.

Komentar