Simbol Alamo

Kamis, 14 Januari 2021 08:30

Disway

Lewat chip itu –yang terkecil yang pernah diciptakan– ada program software yang bisa membuat orang menjadi anti-Kristus.

Lha, di Indonesia, tanpa chip itu kan sudah banyak yang anti-Kristus. Untuk apa ada vaksinasi.

Dari situlah muncul teori konspirasi: bahwa virus Covid ini pun sengaja dibuat. Sebagai alasan agar diadakan vaksinasi.

Saya sulit memahami itu.

Kelak, kalau ke Amerika lagi, saya akan banyak diskusi soal irasionalitas di tengah masyarakat rasional.

Sekalian sebagai pengharapan agar Covid-19 yang menimpa saya ini bisa teratasi. Terutama besok atau lusa. Ketika umumnya itu memasuki  puncak munculnya symptom.

Sampai tadi malam sih masih tetap baik.

Bahkan perut saya terasa amat nyaman –????

Makan saya banyak. Sangat lahap: dapat kiriman dari istri, sop iga. Tanpa sambal. Sampai, saya rasa, berat badan ini naik: praktis tidak bergerak sama sekali. Membaca-membaca-membaca. Menulis-menulis-menulis. Membaca lagi. Menulis lagi.

Saya terkurung. Tapi masih bisa melihat Trump.

Trump terkepung. Tanpa Twitter, tanpa Facebook. Tanpa Instagram. Dan tanpa YouTube.

Trump diblokir dari Medsos. Padahal itulah senjata utamanya selama 5 tahun terakhir.

Kini Trump kehilangan corong komando untuk pendukungnya. Ia seperti komandan pasukan yang tiba-tiba kehilangan suara di kerongkongannya.

Maka ia pergi ke Alamo. Kemarin. Itu perbatasan Amerika dengan Meksiko. Untuk melihat proyek prestisiusnya: tembok perbatasan yang ia bangun. Sepanjang lebih 500 km.

Komentar


VIDEO TERKINI