Analisis BMKG soal Gempa di Majene

Jumat, 15 Januari 2021 10:05

Kantor Gubernur Sulbar ambruk akibat gempa. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis penyebab gempa di Majene, Sulawesi Barat.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Bambang Setiyo Prayitno, Jumat (15/1/2021).

Gempa bumi tektonik terjadi pada hari Jumat (15/1) pukul 02.28 WIT. Episenter gempa di Majene terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah timur laut Majene pada kedalaman 10 km.

Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati merinci,data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” bebernya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 06.00 WIB:

  1. Kantor Gubernur Sulbar Ambruk
  2. Hotel Maleo Mamuju Rusak Berat
  3. Kantor PLN Mamuju Rusak
  4. Tiga Orang Tewas
  5. Jaringan Listrik Padam
  6. Akses Jalan Majene-Mamuju Terputus. (eds)

Bagikan berita ini:
3
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar