Gempa Butuh Respons Cepat, Andi Arief: Harus Ada yang Berani Membangunkan Presiden dari Tidur

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa. Karena itu masyarakat dan pemerintah diminta untuk mewaspadai gempa yang kecenderungannya semakin meningkat.

Seperti halnya yang terjadi di Majene Sulawesi Barat karena Mamuju Thrust yang masih sangat aktif. Hingga saat ini sudah ada 28 gempa susulan, dan BMKG mengenali 3 dari sumber gempa yang memiliki kesamaan dengan kejadian di masa lalu.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief pun mengingatkan pemerintah soal ancaman bencana gempa bumi di Indonesia. Menurutnya, selama ini anggaran untuk penelitian gempa masih sangat minim.

“Penelitian soal Gempa minim anggarannya, geologi kebumian kurang dapat perhatian. Banyak gempa misterius terjadi karena sebelumnya tidak diketahui karena tidak diteliti,” kata Andi Arif dikutip fajar.co.id dari akun Twitternya, Jumat (15/1/2021).

Andi Arief berharap kejadian gempa yang terjadi di Sulbar tidak menimbulkan dampak yang parah. Dirinya berharap pemerintah pusat dandaerah bisa segera merespons kondisi tanggap darurat di lokasi.

“Harus ada yang berani membangunkan Presiden dari tidur jika terjadi gempa merusak malam hari. Agar ada tindakan cepat pemerintah dan menteri terkait. Sehingga pagi hari sudah ada langkah kongkret penyelamatan primer dan sekunder. Ujian terbesar itu ada di masa sulit,” sebutnya.

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat itu menyebutkan pengalaman tahun 2014-2011 lalu, Indonesia sempat dilanda beberapa kali gempa bumi hingga mengakibatkan tsunami.

  • Bagikan