Pembukaan Lahan Marak di Pesisir Danau

Sabtu, 16 Januari 2021 14:53

Luapa danau tempe Wajo saat banjir tahun 2020.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kondisi Danau Tempe perlu menjadi perhatikan. Pemanfaatan lahan kian marak di sepanjang pesisir Danau Tempe.

Akibatnya, terjadi pendangkalan terhadap danau yang memiliki luas mencapai 16.250 hektare (ha) itu. Pendangkalan dipicu sedimen dari hasil pertanian di pesisir. Banyak warga menanam palawija.

Itu dilakukan ketika air surut saat musim kemarau. Pemanfaatan lahan ditemukan pada daerah konservasi aliran sungai.

“Pembukaan lahan ini bukan cuma di pesisir danau di Wajo saja. Ada juga di Soppeng dan Sidrap,” ungkap Asisten II Sekretariat Daerah Wajo, Taufik Razak, Jumat, 15 Januari 2021.

Menurutnya, pendangkalan itu berdampak terhadap daya tampung Danau Tempe. Sementara Danau Tempe memiliki lima sumber air yang masuk berasal dari hulu dan pembuangannya cuma satu.”Air yang masukberasal dari enam kabupaten. Semua tertampung di Danau Tempe,” jelasnya.

Selain melakukan revitalisasi, dalam mengantisipasi penyebab banjir perlu partisipasi pemerintah dan instansi terkait. Bukan hanya Pemkab Wajo, Soppeng, dan Sidrap. “Kami sudah turun menghimbau kepada warga pesisir agar tidak membuka lahan,” jelasnya.

Sedangkan penanganannya, kewenangan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang dan Dinas Kehutanan Sulsel. “Kami masih menunggu bagaimana langkah kedepannya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Wajo, Andi P. Rukka menyebutkan, sejauh ini hanya langkah revitalisasi pernah digaungkan BBWS Pompengan-Jeneberang. Seperti pada tahap pertama, tahap kedua nanti juga akan melakukan pengerukan.

Komentar