Sekolah Tatap Muka Bisa Gunakan Sistem Hybrid

Sabtu, 16 Januari 2021 15:17

Ilustrasi seorang guru tengah memberikan materi pelajaran saat kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembelajaran Tatap Muka (PTT) atau sekolah langsung bakal diperketat. Proses verifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan, petunjuk teknis (juknis) yang telah dibuat tak membuat sekolah leluasa gelar luring. “Sesuai rencana merujuk pada edaran Pj Wali Kota, insyaallah kita akan lakukan luring sekitar awal April,” ujarnya, Jumat, 15 Januari 2021.

Sistem luring di tahap awal akan dilakukan secara ketat. Bisa saja sekolah yang telah gelar luring bisa kembali ke sistem daring. “Awal luring akan ada simulasi di bawah pengawasan tim gugus, disdik, dan tim pengawas,” ucap Irwan.

Hasil simulasi, lanjut Irwan, dilakukan verifikasi terhadap luring di tiap sekolah. Kata Irwan, jika tak sesuai juknis seperti tak memenuhi syarat protokol kesehatan maka luring tak dilanjutkan.

Bagaimana yang tetap melanjutkan luring? Irwan mengungkapkan sistem belajar sepenuhnya tidak normal. Itu jika mengacu proses belajar sebelum pandemi.

“Jadi menerapkan model blended learning. Seperti hybrid gabungan luring dari daring. Pembatasan jam belajar dan juga tingkat keterisian kelas yang hanya 50 persen,” ungkapnya.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, proses vaksinasi yang sedang berjalan diharap membuat kebijakan atau perencanaan bisa berjalan. Di antaranya proses belajar tatap muka.

Komentar


VIDEO TERKINI