Seluruh Wilayah Sulbar Resmi Berstatus Darurat Bencana

Sabtu, 16 Januari 2021 18:22

Pascagempa di Sulbar. (Basarnas)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Seluruh wilayah di Provinsi Sulawesi Barat resmi berstatus darurat bencana usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada Jumat dini hari.

Status darurat tersebut diputuskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.

Selain merusak sejumlah bangunan dan permukiman warga, gempa ini juga menimbulkan korban jiwa.

Laporan terbaru, Pusat Pengendali Operasi BNPB menyebut sebanyak 46 orang meninggal dunia akibat gempa bumi Majene, Sulawesi Barat (37 orang di Mamuju, 9 orang di Majene). Sementara 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.

Sedangkan di Kabupaten Majene, dilaporkan sebanyak 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian.

“Telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Raditya Jati dalam jumpa pers virtual pada Sabtu (16/1/2021).

Raditya juga menyebut, Kepala BNPB Doni Monardo sudah menyerahkan bantuan senilai Rp 4 miliar. Rinciannya, Rp 2 miliar untuk provinsi dan masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Total ada 483.050 warga yang terdampak dari gempa bumi ini,” beber Raditya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan warga senantiasa waspada akan potensi gempa susulan yang dikhawatirkan memicu tsunami di Sulawesi Barat.

Bagikan berita ini:
8
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar