Cegah Penjarahan, Bantuan Luar Sulbar Bakal Dikawal Ketat Polisi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Aksi penjarahan logistik oleh warga yang terdampak gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), menjadi perhatian serius bagi aparat setempat.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Malunda, Majene, dan Kecamatan Kaluku, Mamuju. Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Eko Budi Sampurno pun geram atas kejadian itu.

Agar peristiwa itu tidak terulang, pihaknya mengimbau para sopir yang membawa logistik, agar singgah lebih dulu ke kantor polisi setempat lalu dilakukan pengawalan hingga ke posko utama, kantor Gubernur Sulbar.

“Jadi sebelum masuk ke Mamuju, masuk dulu ke Polres lalu kami kawal. Kemudian kami bubarkan masyarakat yang palang jalan,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Perwira polisi dua bintang ini akan berkoordinasi dengan Polres setempat agar mengarahkan bantuan itu, untuk masuk lebih dulu ke kantor polisi.

Di sana, seluruh bantuan akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa dengankekuatan 6,2 magnitudo pada Jumat (15/1/2021) kemarin.

“Kami evaluasi dan putuskan, kami perintahkan kapolres, perbatasan Polres Polman, Majene, Pasang Kayu dan Mamuju Tengah untuk mengawal bantuan kemanusiaan dimasukkan ke dalam Polres dulu,” jelasnya.

Sebelumnya viral di media sosial, beredar video sekelompok masyarakat yang menggerogoti sebuah mobil yang membawa aneka bahan pokok.

Mereka melakukan penjarahan terhadap mobil tersebut dan merampas seluruh barang bawaan mobil tersebut. Beberapa aparat yang ada di lokasi, tak bisa berbuat apa-apa karena kekurangan jumlah.

  • Bagikan