Menanti Evakuasi Korban Reruntuhan, Apapun Hasilnya, Kita Terima Lapang Dada…

Minggu, 17 Januari 2021 17:29

TUNGGU KABAR. Ayu Sartika dan Ririn (kanan) sedang harap-harap cemas menanti kabar sang adik, Rita Amelia (15) yang masi...

Ayu Sartika (22) dan Ririn (20), hanya terdiam di depan reruntuhan RM Sukohardjo di Jalan Mangunsidi, Mamuju. Satu unit ekskavator sedang memindahkan puing-puing. Mencari korban yang tertimbun.

SAHRUL ALIM,Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat

Di antara korban yang tertimbun itu, ada Rita Amelia (15). Rita adalah adik bungsu dari Ayu dan Ririn. Sehari sebelumnya, Ayu dan Ririn, serta kedua orang tua mereka, sudah mendatangi lokasi tersebut.

Namun karena pencarian dihentikan, karena hasilnya masih nihil. Ayu dan Ririn pun datang kembali ke lokasi tersebut, Sabtu, 16 Januari.

“Kemarin Mama ada di sini juga. Tetapi dikasih pulang, karena loyo sekali,” ujar Ayu berurai air mata berharap jasad sang adik segera ditemukan.

Ayu menuturkan, sejak empat bulan lalu, Rita bekerja di RM Sukohardjo yang terletak di Dusun Wangsang, Desa Bonda, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju.

“Dia (Rita) memang tinggal di warung itu. Kadang pulang ke rumah kalau lagi libur,” ucap Ayu.

Rita merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Di keluarga, kata Ayu, Rita dikenal sebagai anak yang mandiri. Meski dilarang bekerja, ia tetapi tetap ngotot.

“Katanya mengisi waktu, karena tidak sekolah selama pandemi. Jadi dia memilih kerja, padahal sudah dilarang,” katanya.

Rita yang duduk di kelas tiga SMPN Papalang ini juga dikenal sebagai sosok periang dan suka bercanda. Bahkan, gajinya yang hanya Rp1,2 juta per bulan selalu diberikan kepada orang tuanya.

“Gajinya selalu dikasih ke mama. Biasa satu juta, biasa tujuh ratus ribu. Sebagian dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” sambung Ayu.

Selain Rita, rekannya Nurbaidah (17) juga diketahui turut tertimbun. Menurut Basarnas, ada dua orang teman Rita dan Nurbaidah datang saat malam sebelum gempa dan menginap. Sehingga, diduga masih ada empat orang yang tertimbun dalam runtuhan itu.

Kakak Nurbaidah, Udin juga sudah gelisah menunggu proses evakuasi. Sudah dua hari adiknya yang tertimbun bersama Rita belum juga ditemukan.

“Sebenarnya sudah delapan bulan dia kerja begini. Cuma di sini (RM Sukohardjo) baru lima hari kerja. Sebelumnya kerja di warung bakso di ujung lorong sana,” kata Udin menununjuk tempat kerja Nurbaidah sebelumnya.

Menurut Udin, keluarga tidak pernah berharap Nurbaidah bekerja mencari uang. Tetapi karena kemauannya sendiri. “Sudah dilarang sama keluarga. Tetapi katanya mau mengisi libur selama pandemi. Dia anaknya tidak manja dan memang mandiri. Jujur, keluarga tidak pernah minta dia bekerja,” terang Udin.

“Harapan kami, agar adik saya segera ditemukan. Apapun hasilnya, kita terima dengan lapang dada,” lanjutnya.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim, Oktavianto yang memimpin evakuasi, mengatakan, sekitar lima bangunan yang runtuh di lokasi tersebut. Diduga masih ada lima orang yang tertimbun berdasarkan laporan dari pihak keluarga dan masyarakat setempat.

“Dari informasi yang kami himpun, sekitar lima perempuan. Masih terjebak di dalam. Cuma masih kita cek. Ada beberapa warga yang yakin keluarga mereka berada di dalam reruntuhan. Karena belum balik ke rumah sampai sekarang,” papar Oktavianto. (fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI