Pesan Berantai Resahkan Warga Mamuju, BMKG: Itu Tidak Benar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID — Sebuah pesan berantai telah dibagikan berkali-kali di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Pesan itu pun membuat panik warga Mamuju hingga sebagian besar warga hendak meninggalkan Ibu Kota Sulawesi Barat itu.

Pasalnya, dalam pesan tersebut meminta warga agar segera meninggalkan Mamuju karena berpotensi ada gempa yang makin besar disertai tsunami dan likuifaksi. Lebih parahnya lagi, pesan berantai itu mencatut nama Ahmad Riyadi dari BPTP Sulbar dan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Terkait pesan berantai itu, Kepala Badan Meteorotologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membantah bahwa pihaknya mengeluarkan statemen terkait bakal adanya tsunami dan likuifaksi.

“Saya ngomong bahwa masyarakat Mamuju dan sekitarnya tidak perlu panik. Jangan terpancing oleh isu. Apalagi ada yang mengatakan kekuatannya (gempa) bisa 8,2. Ada lagi yang mengatakan, harus keluar dari Mamuju. Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Salah sama sekali,” tegasnya.

Wanita kelahiran Yogyakarta ini melanjutkan, yang mereka imbau adalah agar warga menjauhi bangunan-bangunan yang mulai runtuh. Cari tempat yang aman dan jauh dari runtuhan bangunan. Jauh dari lereng yang rawan longsor atau lereng gunung dan menjauh dari pantai.

“Informasi bahwa gempa akan lebih besar dari 6,2 itu tidak benar. Itu sudah kekuatan yang paling besar. Kami sampaikan tidak perlu keluar Mamuju. Karena kami pun ada di sini,” kata Rita. (ishak/fajar)

  • Bagikan