Jatuhnya SJ 182 Pukulan Telak Bagi Manajemen Sriwijaya Air, Pendampingan Keluarga Korban Adalah Keniscayaan

Senin, 18 Januari 2021 14:46

District Manager Sriwijaya Air Makassar, Frederik Josef

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tragedi jatuhnya pesawat SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, di lepas pantai Jakarta, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021) lalu menjadi pukulan telak bagi manajemen maskapai Sriwijaya Air. Pasalnya selain kerugian materil, kejadian nahas ini juga merenggut 56 nyawa.

District Manager Sriwijaya Air Makassar, Frederik Josef mengungkapkan, selama 17 tahun terakhir, Sriwijaya Air tidak pernah mengalami insiden sefatal ini. Selama ini hanya insiden ringan yang tidak begitu signifikan dampaknya.

“Tragedi ini sangat memukul manajemen Sriwijaya Air. Cobaan ini paling berat karena selama 17 tahun terakhir tidak pernah ada insiden seperti ini. Selama ini hanya insiden ringan yang tidak begitu signifikan dampaknya. Tapi kalau ini sangat fatal,” tutur Frederik saat dijumpai di sela-sela gelaran ‘Doa bersama Lintas Agama untuk Korban Musibah Sriwijaya Air SJ 182 dan Bencana Gempa Sulbar, di Claro Hotel Makassar, Senin (18/1/2021).

Menurut Frederik, selain merenggut korban asal Makassar (Ricko Mahulette), pesawat nahas itu juga memakan korban satu keluarga yakni Supianto (37), Rusni (44) beserta anak balitanya Abida Dania (2) warga Kampung Mattagie, Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Selain korban dari Makassar, juga ada warga Pinrang, sampai saat ini belum teridentifikasi,” katanya.

Untuk itu, Sriwijaya Air berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada keluarga korban.

Komentar