Nasib Bayi Pengungsi Gempa Sulbar, Butuh Popok dan Susu Formula

Senin, 18 Januari 2021 21:52

Kondisi pengungsi gempa Sulbar. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penyaluran logistik kepada korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) seakan tidak rata. Ratusan pengungsi mandiri hampir tidak tersentuh bantuan pemerintah.

Di Jalan Sese misalnya. Selain masker dan bahan makanan pokok lainnya yang tak terpenuhi, ragam kebutuhan bayi pun tidak ada.

Salah satunya pengungsi bernama Irsan, 24 tahun. Di dalam tenda sederhana yang dibangun bersama keluarganya, ada beberapa anak bayi yang juga berhak mendapat bantuan.

“Semua bayi di sini ada lima. Butuh popok, susu formula dan air bersih. Semua butuh perlengkapan” katanya, Senin (18/1/2021).

Beras, sayur, ikan dan makanan lainnya juga ia butuhkan pasca gembar berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Mamuju pada Jumat, (15/1/2021) kemarin.

Kata dia, banyak kendaraan yang mengangkut logistik lalu lalang di depan pengungsian mereka. Namun tak ada satu pun yang singgah yang memberi bantuan.

Akses menuju kantor Gubernur Sulbar sebagai posko utama para korban gempa pun dianggap cukup jauh. Apalagi wilayah berjuluk Bumi Manakarra ini masih berpotensi diguncang gempa susulan seperti siang hari tadi.

Dikonfirmasi terpisah soal penyaluran bantuan, Juru Bicara Satgas Tanggap Bencana Gempa Sulbar, Nasir, tak bisa berkata banyak terkait hal itu.

Dirinya hanya menyarankan untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, soal teknis penyaluran bantuan para korban gempa. Termasuk yang mengungsi di luar kantor Gubernur Sulbar atau mengungsi mandiri.

Komentar