Penyebab Banjir, Ini Analisa dan Kabar tak Mengenakkan untuk Warga Kalimatan Selatan

Senin, 18 Januari 2021 12:09

Warga melintasi banjir yang menggenangi kawasan padat penduduk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021).. Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyatakan peningkatan status siaga darurat menjadi tanggap darurat, keputusan itu diambil mengingat musibah banjir yang terjadi semakin meluas di beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Selatan. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.

FAJAR.CO.ID — Aktivis lingkungan Chanee Kalaweit angkat bicara terkait banjir yang melanda di Kalimantan Selatan.

Melalui kanal Youtube pribadinya, pendiri Yayasan Kalaweit itu memberikan analisa penyebab banjir yang tercatat melanda di tujuh kabupaten/kota tersebut.

Menurutnya, sangat sulit untuk tidak mengaitkan banjir Kalsel itu dengan kerusakan alam disana.

Sebab, telah terjadi penggundulan hutan secara masif selama beberapa dekade terakhir.

“Situasi yang ada sekarang di sana terkait deforestasi selama beberapa dekade secara besar-besaran di Kalimantan,” ungkapnya dikutip PojokSatu.id.

Bahkan, ia menyebut tidak akan sulit untuk bisa mengetahui hal itu.

Cukup dengan membuka Google Maps maka akan bisa dilihat kerusakan hutan dan hulu-hulu sungai.

“Ini yang mengakibatkan hari ini terjadi banjir,” tegasnya.

Kendati demikian, Kalaweit juga mengakui tak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang ikut memicu banjir.

Akan tetapi, ia kembali menegaskan bahwa deforestasi yang masif di Kalimantan menjadi penyebab yang paling utama.

“Tetapi hal yang parah situasinya jelas-jelas deforestasi,” tekan dia.

Pasalnya, hal itu sangat mengurangi kemampuan tanah untuk menyimpan air pun hulang dan memicu banjir.

“Kenapa? Karena fungsi hutan, kita semua mengetahui bahwa hutan yang sehat itu menyerap air, khususnya dalam tanahnya.”

Secara alami, hutan yang sehat maka tanah secara alami akan menahan airnya untuk disimpan dan perlahan airnya akan mengalir ke sungai.

Komentar


VIDEO TERKINI