Perjuangan Dokter di Mamuju, Bantu Proses Lahiran 16 Ibu di Tengah Ancaman Gempa Susulan

Selasa, 19 Januari 2021 20:55

Salah satu ibu yang baru saja melahirkan di tenda pengungsian gempa Sulbar. (ishak/fajar.co.id)

Dia dibantu beberapa rekan satu profesinya yang juga sama-sama sebagai relawan. Ia tahu, jumlah dokter spesialis kandungan di rumah sakit itu sangat minim.

Hingga akhirnya, pemilik RS Ananda, Makassar ini berinisiatif menjadi relawan dan mendirikan tenda khusus bagi ibu hamil dan melahirkan di halaman parkir rumah sakit tersebut.

Namun, lanjut dia, bagi ibu hamil yang harus dioperasi, mesti dibawa ke lantai tiga rumah sakit tersebut. Rasa khawatir ada gempa susulan menjadi resiko terbesar.

“Alat-alat untuk operasi itu memang sulit untuk dibawa ke luar gedung rumah sakit. Jadi kalau ada yang harus dioperasi, terpaksa dibawa ke sana meski rasa khawatir kami ada,” jelasnya.

“Kami sudah lahirkan 16 orang sejak gempa. Enam di antaranya operasi chaesar, dan 10 orang melahirkan normal. Ini lagi akan ada dua orang ibu yang rencananya akan melahirkan di sini,” sambung dokter bergaya millenial ini.

Dia yakin, ruang operasi bagi ibu melahirkan secara chaesar masih layak dipakai, meski baru saja diguncang gempa. Fadli menilai, bangunan di ruang operasi masih aman.

Bagikan berita ini:
5
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar