Relawan Jangkau Pengungsi Daerah Sulit

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAMUJU -Bantuan mesti terdistribusi secepatnya. Jangan sampai pengungsi kehabisan stok bahan makanan. Utamanya di pengungsi yang di bukit-bukit.

Sejumlah relawan fokus bergerak menyisir pelosok. Daerah-daerah yang belum terjangkau bantuan terus dicari. Apalagi, titik-titik pengungsian warga berbeda-beda. Akses cukup sulit karena berada di bukit dan kebun-kebun warga. Jauh dari jalan poros Trans Sulawesi, Majene-Mamuju atau jauh dari di posko induk Majene di Desa Posko Induk di Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda.

Gabungan Relawan yang terdiri atas Relawan Armada Pustaka, Literasi Sulsel, dan Rintara Jaya misalnya fokus membantu kebutuhan pokok seperti sayur. Isinya seperti wortel, tomat, daun bawang prei, ubi jalar, kol, sawi dan kebutuhan pokok lainnya. “Ini kami sudah distribusikan. Dua mobil yang bergerak, untuk daerah di Malunda letaknya di tiga titik kebun warga di Lombong, Mekkatta, Maliaya,” ujar Koordinator Gabungan Relawan, Dahri Dahlan, di Majene.

Relawan tersebut, kata Dahri, bergerak untuk dan menyisir daerah yang tidak dijangkau relawan-relawan besar. Adapun daerah itu yakni di Kecamatan Tapalang. Titik yang disasar yaitu, Tajimane ada delapan tenda dengan 140 jiwa. Kalimbua Ujung terdapat empat tenda dihuni 25 jiwa termasuk empat balita. Di Gandung Ulu Ta’ang ada 155 jiwa dan 12 bayi, tempat lainnya di Gandung Ulu Ta’ang yakni ada 123 jiwa dan ada 13 bayi. Termasuk di SD Inpres Kasambang lokasi harus naik gunung ada 555 jiwa tambah 30 bayi. “Ini yang kami sasar. Inikan pedalaman,” ungkap laki-laki yang juga Dosen Universitas Mulawarman ini.

  • Bagikan