Selamat Setelah Dua Belas Jam Terjebak di Reruntuhan

Selasa, 19 Januari 2021 17:17

H Sabar korban gempa di Mamuju yang selamat setelah tertimbun reruntuhan. Foto Ilham Wasi/Fajar

Sementara Sabar bersama cucunya, Naila, dan Cammono yang juga kerabatnya ditemukan selamat. Duka ini adalah duka kedua bagi Sabar, apalagi belum cukup setahun, istrinya, Hj Rugayah meninggal karena kecelakaan.

“Lima orang yang meninggal. Anak dan cucuku. Perempuan semua. Anak-anakku memang kalau datang pasti di kamar itu. Kan luas ada AC-juganya. Mereka suka karena dingin.” Kisah Sabar saat ditemui di Jalan Monginsidi, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Minggu, 17 Januari, sore hari.

Baginya, tak ada tahu kapan datangnya bencana. Bahkan, dia tak pernah berpikir ditemukan selamat. Apalagi melihat kondisi rumah yang ambruk. Porak-poranda.

“Bilang semua orang meninggal ka. Meninggal mi ini Usaha Rappang,” ungkapnya menirukan perkataan orang-orang terhadap lelaki pemilik Usaha Rappang ini.

Apalagi, saat Sabar ingin diselamatkan, kaki Sabar terjepit retuntuhan. Tim penyelamat kesulitan mengevakuasi di balik reruntuhan. Hanya celah sedikit. Sabar pun meminta bor, berupaya melepaskan kaki kanannya yang terjepit. Kakinya lolos, penyelamat sisa menggali reruntuhan agar ada celah untuk mereka dievakuasi. Alhasil, dia dan cucu yang berada didekapnya selamat. “Ini lukanya.” Sabar menunjuk luka gores di kaki kanannya yang memerah.

Iin Syarif, putra kedua Sabar bersyukur ayahnya dan keluarga masih ada yang selamat. Proses penyelematan ayahnya memang cukup lama. Dua belas jam, katanya. Sejak gempa 02.28 wita, dia baru dievakuasi sekitar pukul 14.00 Wita lewat.

Komentar