Tak Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Gus Nur: Jaksa, Polisi, dan Hakim Bersatu

Selasa, 19 Januari 2021 23:13

Kusa Hukum Gus Nur. (JPNN)

FAJAR.CO.ID — Perkara ujaran kebencian dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mulai berlangsung di pengadilan. Ketua tim kuasa hukum Gus Nur, Ahmad Khazinudin, menegaskan kliennya tidak ingin mengajukan eksepsi atau nota pembelaan atas semua dakwaan yang dibacakan JPU dalam sidang perdana perkara ujaran kebencian.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Khazinudin usai sidang dengan agenda pembacaan dakwaan untuk Gus Nur di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (19/1) sore.

“Tadi sudah ada dakwaan dari jaksa, prinsipnya bahwa kami tidak ingin mengajukan eksepsi,” ungkap Ahmad kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan alasannya tidak mengajukan eksepsi. Ahmad menyebut, pihaknya ingin langsung membuktikan pokok pembelaan pihaknya.

Eggi menganggap proses peradilan yang sedang berjalan ini tidak setara. Sebab, tuding Eggi, jaksa, polisi, dan hakim dianggap bersatu melawan pihaknya. “Dalam perspektif hukum, proses pengadilan ini tidak equal, antara kami pembela, jaksa, polisi, dan hakim. Titik beratnya mereka ini sepertinya bersatu melawan kami,” ucap Eggi.

Padahal, kata dia, polisi, jaksa dan hakim memiliki fungsi yang berbeda.

“Polisi menyidik, jaksa menuntut dan hakim memutuskan,” katanya. Atas dasar itulah, kata Eggi, pihaknya tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan oleh JPU.

“Kenapa kami enggak eksepsi karena enggak bakal eksepsi kami diperhatikan. Jadi kami langsung saja ke proses pembuktian,” tutupnya. (JPNN)

Komentar