98 Pengungsi Gempa Majene Sakit, Butuh Penanganan Medis

Rabu, 20 Januari 2021 20:10

Kondisi pengungsi gempa Sulbar. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAJENE – Gempa yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) membuat seluruh warga mengungsi. Namun tak sedikit dari mereka yang jatuh sakit.

Seperti yang dialami oleh ratusan warga Desa Totolisi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene yang mengungsi ke area perbukitan.

Kepala Desa Totolisi, Suardi, mengatakan, sejak tempat tinggal mereka di daerah pesisir pantai sempat diguncang gempa, 2.039 warganya mengungsi sejak Jumat (15/1/2021).

Sampai hari keempat ini, puluhan warganya mulai jatuh sakit karena terlalu lama berada di pengungsian, yang jauh dari kata layak. Bantuan pemerintah pun minim ia dapatkan.

“98 orang (jatuh sakit). Ada yang sudah mendingan dan ada yang masih mengeluh karena sakit, dan ada juga orang yang sakit baru,” kata Suardi, Rabu (20/1/2021).

Mereka yang jatuh sakit itu ada yang berasal dari usia yang beragam. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Melalui sambungan telepon kepada jurnalis Fajar.co.id, ia menyesalkan lambatnya pelayanan medis hingga membuat seorang warganya bernama Subaedah meninggal diduga akibat kedinginan.

Almarhumah tidak sempat diobati dan meninggal dunia. Bencana awal tahun 2021 ini memang adalah cobaan berat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

“Sehingga saat saya lakukan pengecekan di tenda itu (milik Subaedah) dan informasi warga, memang mengeluhkan pakai-pakaian. Jadi saya langsung perintahkan staf untuk lakukan pendataan,” tambahnya.

Komentar