Antang Kembali Terendam Banjir, Pj Walikota: Bersyukur Lebih Kecil dari Sebelumnya

Rabu, 20 Januari 2021 20:04

Pj Walikota Makassar meninjau banjir di Kelurahan Antang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Intensitas hujan yang tinggi di Makassar membuat daerah langganan banjir seperti di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala kembali terendam.

Banjir di Antang ini bukan pertama kali terjadi, sebab Bulan Desember tahun lalu juga terjadi peristiwa serupa. Bahkan lebih parah.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang turun meninjau lokasi, bersyukur volume air kali ini tidak sebesar sebelumnya.

“Kalau kita lihat memang satu minggu ini hujan sangat deras dan terjadi genangan di mana-mana. Kita bersyukur karena ini sudah kecil dibandingkan di bulan Desember 2020 lalu,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Di sela peninjauan, Rudy menginstruksikan jajaran pemerintah bergerak cepat menangani korban. Selain itu, melaporkan permasalahan yang ada untuk segera dicarikan solusi yang tepat. Hal ini dinilai perlu, untuk mengantisipasi jika kedepan terjadi banjir yang lebih besar.

“Banjir adalah suatu bencana bagi masyarakat ini dan tentu kehadiran pemerintah diharapkan bisa hadir, bagaimana mencari kan solusi untuk mengantisipasi banjir yang lebih besar ke depan,” ucapnya.

Rudy memandang bencana banjir terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Menurutnya, perlu ada yang disyukuri karena musibah kali ini tidak terlalu parah dibanding sebelumnya.

Sejumlah langkah penanganan banjir di Makassar disiapkan melalui perencanaan jangka pendek dan jangka panjang.

Langkah taktis yang perlu segera dilakukan, menurut Rudy dengan mengingatkan warga untuk waspada banjir. Selain itu, menyiapkan titik pengungsian.

“Tentu untuk langkah jangka pendek tentunya kami mengharapkan struktur pemerintahan ditingkat kecamatan untuk selalu mengingatkan warganya potensi banjir tersebut. Bahwa yang utama adalah keselamatan, kita antisipasi titik-titik pengungsian kita disiapkan yang mampu menampung warga berpotensi hujan deras dimasa mendatang sesuai prediksi BMKG,” jelasnya.

Jangka panjang tentunya pada segi mitigasi. Survei awal, banjir di wilayah antang disebabkan waduk air di Nipa-nipa belum mampu menampung air yang berdatangan dari sejumlah tempat.

Terlebih jika hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya air meluap dan masuk ke pemukiman warga.

“Jadi salah satunya kita adakan penanggulan dan mengarahkan air yang masuk untuk keluar, sehingga tidak perlu lagi masuk ke pemukiman warga dan pelebaran muara sungai sehingga itu dapat memberi dampak yang signifikan terkait dengan tingkat banjir yang ada disini,” tambahnya.

Untuk menyelesaikan masalah banjir secara permanen, Pemkot mengaku masih perlu dilakukan kajian yang lebih matang. Hal ini agar tidak sia-sia.

“Itu sementara di kaji oleh teman-teman Dinas PU dan melibatkan tim ahli memang untuk memberikan solusi yang komprehensif,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Komentar