Dana Pemda Mengendap Hingga Rp94 Triliun, Sri Mulyani Bingung Pikir Cara Produktif

Rabu, 20 Januari 2021 18:36

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

FAJAR.CO.ID — Pemerintah daerah (pemda) belum mampu mengakselerasi belanja tahunannya. Sampai akhir tahun lalu, pemda masih membiarkan dana sebesar Rp 94 triliun mengendap di perbankan.

Selasa  (19/1) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau pemda lebih maksimal memanfaatkan anggaran belanja tahun ini.

“Jumlah itu sedikit lebih baik dibandingkan 2019 yang ada pada posisi Rp 101,5 triliun,” ujar Ani, sapaan menteri 58 tahun itu, dalam raker bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta.

Sebulan sebelumnya, dana pemda pada rekening kas umum daerah (RKUD) juga lebih banyak ketimbang posisi Desember 2020. Nominalnya mencapai Rp218,6 triliun.

Menurut Ani, berkurangnya dana yang mengendap dari November ke Desember itu menunjukkan bahwa pemda mengakselerasi belanja pada kuartal IV.

“Pada triwulan IV 2020 itu, pemda menarik sebagian besar simpanan di bank untuk merealisasikan belanja,” imbuh mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Awal bulan ini, pemerintah pusat sudah kembali mentransfer dana ke pemda. Karena itu, Kemenkeu bakal memantau realisasi dana transfer tersebut supaya terakselerasi dengan baik.

“Kita mungkin perlu memikirkan cara agar dana ini bisa dipergunakan secara jauh lebih produktif sehingga bisa memacu perekonomian masing-masing daerah,” urai Ani.

Realisasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) hingga akhir tahun lalu tercatat Rp762,5 triliun. Atau 99,8 persen dari pagu Rp763,9 triliun. Sementara itu, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp691,4 triliun atau 99,8 persen dari pagu Rp692,7 triliun.

Komentar