Diungsikan ke Makassar, Penyintas Gempa Sulbar Berharap Dipulangkan ke Kampung Halaman

Rabu, 20 Januari 2021 17:12

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menemui penyintas gempa Sulbar yang diungsikan ke Makassar. (Endra/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengungsi korban atau penyintas gempa Mamuju dan Majene Sulawesi Barat terus berdatangan ke Makassar. Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan dua tempat untuk menampung para pengungsi, salah satunya di UPT Inang Matutu, Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Kota Makassar.

Di penampungan ini hingga Rabu (20/1/2021) sore terdapat 84 pengungsi Sulbar yang mayoritas berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jumiyem (37) yang ditemui fajar.co.id, mengaku sudah 2 malam menginap di tempat penampungan tersebut. Ia mengaku mendapat pelayanan baik disitu. Makan tiga kali sehari, disediakan pula kasur, peralatan mandi dan pakaian.

Sebelum masuk ke penampungan, Jumiyem di tes swab terlebih dahulu. Bagi yang hasilnya negatif diperbolehkan menempati penampungan, sebaliknya jika positif maka akan dirujuk ke hotel tempat isolasi mandiri ataupun rumah sakit bagi yang bergejala. Kesemuanya ditanggung oleh Pemprov Sulsel.

Jumiyem bersama suaminya adalah orang perantauan yang telah menetap di Kota Mamuju, 10 tahun terakhir. Ia berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah.

“Saya pedagang bakso, mie pangsit dan nasi goreng di Mamuju. Sudah 10 tahun tinggal di sana, rumah dan seisinya kami tinggalkan begitu saja,” aku Jumiyem.

Ia mengisahkan, saat terjadi gempa berkekuatan 6,2 magnitudo Jumat 15 Januari dini hari, Jumiyem dan suaminya belum lama terlelap tidur. Ia baru selesai berjualan sekitar pukul 01.00 malam.

Komentar


VIDEO TERKINI