Diungsikan ke Makassar, Penyintas Gempa Sulbar Berharap Dipulangkan ke Kampung Halaman

Rabu, 20 Januari 2021 17:12

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menemui penyintas gempa Sulbar yang diungsikan ke Makassar. (Endra/fajar.co.id)

Saat bumi bergoyang, seketika Jumiyem loncat dari kasur. Masih dalam kondisi setengah sadar ia berlari tunggang langgang keluar rumah. Hampir saja ia terjatuh karena memang guncangan gempa begitu dahsyat. Ia mendengar suara bangunan roboh maupun suara letusan keras.

“Kami sudah tidur lelap, pas saya lari juga sempat oleng. Saya lihat lantai rumah saya retak lalu terbongkah, lumpur di bawah tanah pun terhambur. Yang saya pikir cuma nyawa, barang-barang berharga sama sekali tidak terpikir,” kisahnya.

Hasilnya, dinding dan lantai rumahnya mengalami keretakan cukup parah. Beruntung, atap rumahnya tidak roboh sehingga ia dan suami berhasil selamat.

“Setelah gempa reda, saya kembali ke rumah ambil semua surat-surat berharga, uang, makanan dan pakaian seadanya. Semua perabotan rumah dan motor saya tinggal di sana. Saya kemudian ikut mengungsi ke Makassar,” ungkapnya.

Jumiyem bersama puluhan pengungsi lainnya berharap ke pemerintah untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Memang tempat penampungan dilayani dengan baik. Namun bagi Jumiyem, rumah dan kampung halaman adalah tempat ternyaman dan teraman.

“Kami sangat trauma. Tapi Insya Allah kalau situasi sudah aman, mungkin kami akan kembali ke Sulbar. Di sana sudah seperti kampung kedua kami. Banyak sekali kenangannya,” tutur Jumiyem dengan mata berkaca-kaca.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang datang mengunjungi korban gempa di penampungan tersebut menjanjikan akan segera memfasilitaso para korban untuk dipulangkan ke kampungnya masing-masing.

Komentar