Drama Politik di AS, SBY: Sistem Demokrasi Tidaklah Sempurna

Rabu, 20 Januari 2021 20:54

Susilo Bambang Yudhoyono (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden  Kamala Harris digelar hari ini, Rabu (20/1/2021), mulai pukul 22.00 WIB.

Presiden Keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menunggu momen bersejarah di negara adidaya itu.

Beberapa jam sebelum pelantikan, SBY menulis beberapa status di akun media sosial Twitter terverifikasi miliknya.

Cuitan-cuitan itu sekaitan sistem demokrasi dalam drama politik di Amerika Serikat. Berikut cuitan lengkap pendiri Partai Demokrat itu:

Bagi para pencinta demokrasi, drama politik di AS saat ini dapat dipetik pelajarannya. Pertama, sistem demokrasi tidaklah sempurna, terutama implementasinya. Ada wajah baik & wajah buruk dalam demokrasi. Namun, tidak berarti sistem otoritarian & oligarki lebih baik.

Kedua, di era “post-truth politics”, ucapan pemimpin (presiden) hrs benar & jujur. Kalau tidak, dampaknya sgt besar. Ucapan Trump bhw pilpresnya curang (suaranya dicuri) timbulkan kemarahan besar pendukungnya. Terjadilah serbuan ke Capitol Hill yg coreng nama baik AS.

Ketiga, “post-truth politics” (politik yg tdk berlandaskan pada fakta), termasuk kebohongan yg sistematis & berulang, pada akhirnya akan gagal. Pemimpin akan kehilangan “trust” dari rakyatnya, krn mereka bisa bedakan mana yg benar (faktual) dgn yg bohong (tdk faktual).

Keempat, tiap pemilu ada yg menang, ada yg kalah. Meskipun berat & menyakitkan, siapapun yg kalah wajib terima kekalahan & ucapkan selamat kpd yg menang. Itulah tradisi politik & norma demokrasi yg baik. Sayangnya, sbg champions of democracy, ini tdk terjadi di AS skrg.

Komentar