Gempa Mamuju, Warga Binaan Boleh Lepas Rindu Keluarga di Rutan

Rabu, 20 Januari 2021 15:58

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Sebanyak 253 warga binaan di Rutan Mamuju dievakuasi di sejumlah tempat ibadah, pasca peristiwa gempa mengguncang pada pekan lalu.

Namun tak sedikit pula yang trauma atas kejadian itu. Mereka khawatir dengan keselamatan keluarganya. Rutan Mamuju pun memberikan kebijakan atas musibah ini.

Kepala Rutan Mamuju, Gusti Lanang, mengatakan, pihaknya menyediakan layanan panggilan video bagi keluarga warga binaan. Apalagi penyediaan jaringan di sana, masih baik meski sempat ikut terguncang gempa 6,2 magnitudo.

“Kami siapkan fasilitas telepon, video call. Jadi kami beri fasilitas atas bisa bertanya kabar soal keluarganya. Yang ingin lihat keluarganya di Rutan, boleh dipertemukan sebentar,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Mereka juga mempersilakan untuk bertemu dengan keluarganya yang kini dievakuasi di sejumlah tempat ibadah, lantaran seluruh penghuni, termasuk pegawai Rutan khawatir jika ada gempa susulan jika berada dalam gedung.

“Bangunannya tidak layak. Strukturnya sendiri sudah lepas-lepas,” jelas Gusti.

Untuk kebutuhan logistik sendiri, Rutan Mamuju sudah terpenuhi. Sementara untuk air sendiri masih dalam perbaikan.

Namun yang paling jarang ia dapati adalah kebutuhan masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan agar tak terkena COVID-19. Kebutuhan yang satu ini terbilang sangat mendesak.

“Tenda semoga ada bantuan. Mereka trauma masuk kamar (sel tahanan). Kebutuhan mendesak peralatan mandi. Masker dan hand sanitizer juga jarang didapat bantuan di sini,” terangnya.

Komentar


VIDEO TERKINI