Korban Banjir Bandang Puncak Bogor Mulai Trauma

Rabu, 20 Januari 2021 09:53

Tim Kesehatan Polres Bogor langsung diterjunkan ke Posko Pengungsi Bencana Banjir di Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1). Foto: Arifal/Radar Bogor

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Para perempuan dan anak-anak korban banjir bandang Puncak, Cisarua, Bogor, mulai mengalami trauma.

Tidak sedikit dari para pengungsi melamun dan sesekali meneteskan air mata. Seperti yang terlihat di sudut kanan pengungsian sementara para korban. Nampak, seorang anak murung dan wajahnya menampakan rasa trauma.

Anak perempuan dengan baju merah sedikit basah itu tak henti-hentinya memeluk ibunya. Jemarinya merekat kuat. Melingkar memeluk pinggang sang ibu.

Pelukan itu dibalas dengan belaian. Usapan tanganya mengayun landai. Mulutnya sesekali berucap.

“Teu nanaon neng. Tong ceurik ‘nya. (Enggak apa-apa, jangan nangis ya),” ucap salah satu pengungsi, Selasa (19/1) sore.

Tidak hanya itu, pemandangan haru terasa di sana. Nampak suasana pengungsian masih riuh. Para petugas, baik dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP mencoba mengatur pengungsi.

Membagikan masker dan menjaga jarak antar-pengungsi. Itu dilakukan lantaran Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, berstatus zona merah Covid-19. “Pakai maskernya ya,” ucap petugas mengingatkan para pengungsi.

Untuk kebutuhan pengungsi, masih terus dilengkapi. Petugas membagi tugas. Ada yang menyiapkan dapur umum, ada klinik darurat dari Polres Bogor dan Satpol PP juga terlihat mengatur jarak para pengungsi.

“Untuk sementara ini kebutuhan dasar pengungsi yang dibawa alakadarnya. Intinya evakuasi nyawa dulu dan kenyamanan mereka serta protokol kesehataannya saat diungsikan di pondok atau wisma ini,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Raya Alfajar kepada radarbogor.id.

Komentar


VIDEO TERKINI