Longsor Susulan Ancam Tim SAR, Pencarian Tiga Warga Majene Dihentikan

Rabu, 20 Januari 2021 17:48

Personil Basarnas melakukan pencarian tiga warga yang tertimbun longsoran gempa di Desa Mekkatta. (Dok Basarnas)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tim SAR gabungan resmi menghentikan proses pencarian tiga korban gempa bumi di Dusung Aholeng, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Rabu (20/1/2021).

Hampir sepekan pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 mengguncang Mamuju dan Majene. Tiga warga Ahmad atau Papa Naba (laki-laki), Nurlia (perempuan), dan Nurfatma (perempuan) diduga tertimbun longsoran akibat gempa.

Proses pencarian korban sendiri sudah dilakukan selama empat hari dengan mengerahkan anjing pelacak K-19. Pencarian melibatkan personil SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri dan potensi SAR lainnya.

Longsor akibat gempa bumi di Desa Mekkatta, Majene. (Dok Basarnas)

Sar Mission Coordinator (SMC) Saidar Rahman Jaya mengatakan lokasi pencarian memiliki resiko sangat tinggi dikarenakan material longsoran seperti tanah dan bebatuan sangat labil dan memungkinkan terjadinya longsor susulan.

Belum lagi BMKG menyatakan ancaman gempa masih bis aterjadi. Hal ini tentu sangat berbahaya jika tim SAR memaksakan melakukan pencarian.

“Operasi pencarian dan pertolongan di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Majene dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan pemantauan,” katanya dikutip dari roilis resmi Basarnas, Rabu (20/1/2021).

Keputusan itu sendiri diambil berdasarkan musyawarah dengan pihak keluarga disaksikan oleh aparat desa, pihak kepolisian dan babinsa setempat.

“Hasil musyawarah yakni keluarga korban dapat menerima kejadian ini dengan ikhlas sebgai suatu Musibah yang menimpa mereka,” pungkasnya. (msn/fajar)

Komentar