Makassar Rawan Banjir, Legislator Demokrat Minta Kolam Retensi Ditambah

Rabu, 20 Januari 2021 20:07

Abdi Asmara

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Makassar selalu terancam oleh kepungan banjir, apalagi saat musim hujan tiba. Perlu ada solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik ini, salah satunya adalah menghadirkan area serapan sekaligus menjadi wilayah buangan air.

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara mendesak penambahan kolam retensi sebagai solusi dalam mengatasi banjir di Kota Makassar.

Legislator Demokrat itu menilai kolam retensi tersebut akan mampu menyelesaikan persoalan konektifitas buangan air yang masih banyak ditemukan di sejumlah perumahan.

“Pengembang perumahan ini kadang mereka kalau bangun, biasa tidak ada jalur airnya ke luar jadi air di situ-situ saja menggenang. Ini banyak terjadi, apalagi komplek perumahan strukturnya ditutupi semua beton jadi tidak bisa menyerap air, ini yang perlu dicarikan jalan lewat kolam retensi,” ungkapnya saat dihubungi pada Rabu (20/1/2021).

Memang tidak mudah merealisasikan pengadaan kolam retensi di Kota Makassar karena terkendala lahan. Pasalnya, kolam retensi membutuhkan lahan yang luas agar serapan bisa berjalan efektif.

“Jangan sampai kolam dibuat justru tidak berjalan sesuai fungsinya,” ucapnya.

“Yang terjadi adalah mampu tidak kolam retensi ini menampung, contoh misalnya di wilayah Urip Sumoharjo di depan kantor Gubernur, kan sudah ada sebenarnya kolam di situ yang dibangun, tetapi karena debit air yang lebih besar dari pada penampungnya, sehingga terjadi genangan dan banjir,” sambung Abdi.

Salah satu wilayah yang paling memungkinkan untuk dijadikan kolam retensi adalah wilayah Tamalanrea dan Biringkanaya, lahan yang tersedia di sana masih memungkinkan untuk dibuat kolam retensi yang berfungsi menjadi wilayah buangan air dari daerah lain.

Selain itu nantinya kolam akan berfungsi ganda, selain mengatasi banjir, juga menjadi solusi pada saat musim kemarau dimana masyarakat sering dilanda kekeringan.

“Butuh penambahan di wilayah tertentu, di Biringkanaya dan Tamalanrea itu masih bisa. Karena kalau daerah pusat pasti susah lahan, perlu ada kolam dan danau untuk penampungan air,” kuncinya lugas.

Sebagai informasi, Kolam retensi adalah kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan sementara waktu dengan memberikan kesempatan untuk dapat meresap kedalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air.

Konsep dasar dari kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang, kemudian secara perlahan lahan mengalirkannya ketika debit di sungai sudah kembali normal. (endra/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI