Penyalahgunaan Bansos Sulsel Capai Rp1 Miliar, Jadi Temuan Inspektorat

Rabu, 20 Januari 2021 08:10

Bantuan Sosial. FOTO: FAJAR INDONESIA NETOWRK.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Inspektorat Sulsel mengendus adanya temuan penyalahgunaan dana bantuan sosial Covid-19. Tak tanggung-tanggung total temuannya mencapai Rp1 miliar lebih.

Selasa, 19 Januari, mantan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sulsel, Kasmin bahkan akan menjalani sidang oleh Majelis Ganti Rugi yang digelar di ruang kerja Sekprov. Namun agenda tersebut batal dan dialihkan ke hari ini.

Dari draft yang didapatkan FAJAR, memang ada keganjalan pada program bantuan sosial sembako. Program yang melibatkan PT Rifat Sejahtera sebagai penyedia bahkan sembako tersebut, akhirnya bersoal.

Total anggaran paket sembako Covid-19 yang disalurkan oleh Pemprov Sulsel memang cukup besar. Mencapai Rp16,3 miliar. Diperuntukan bagi 100 ribu lebih kepala keluarga yang terdampak pandemi Covid-19.

Dari daftar tersebut tampak, ada 10 jenis bahkan pokok serta makanan hingga minuman kemasan yang diberikan. Harganya bervariasi. Salah satunya gula pasir yang harganya Rp27 ribu per kilogram. Namun ternyata harga eceran tinggi saat itu sebesar Rp18 ribu per kilogram.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menegaskan tak akan tinggal diam atas adanya temuan tersebut. Menurutnya, proses itu tak hanya berhenti pada tahapan pemeriksaan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Menurutnya mesti ada efek jera bagi mereka yang menyalahgunakan program bantuan sosial tersebut. “Jangan ditahan, lanjutkan ke proses hukum. Segera dilimpahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH),” ungkap Nurdin ketika ditemui di The Rinra kemarin.

Komentar