Presiden: Cocoknya Bangunan di Sulbar Maksimal Tiga Lantai

Rabu, 20 Januari 2021 17:45

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Presiden Joko Widodo menjanjikan pembangunan kembali gedung baru Kantor Gubernur Sulbar. Namun, presiden menolak tinggi bangunan tetap empat lantai seperti sebelum gempa.

Jokowi langsung meninjau kondisi gedung utama Kantor Gubernur Sulbar, saat tiba di Mamuju, sekitar pukul 12.00 Wita, Selasa, 19 Januari. Bagian depan gedung ini ambruk saat gempa dengan magnitudo 6,2 Skala Richter (SR) yang berpusat di Majene, Jumat, 15 Januari.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo turut mendampingi.

Sekitar 30 menit, Jokowi berbincang dengan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan Sekprov Sulbar Muhammad Idris di depan puing bangunan empat lantai itu.

“Kami akan menggambar arsitektur berdasarkan kearifan lokal. Mudah-mudahan bisa dipenuhi seperti sediakala, empat lantai),” kata Idris.

Akan tetapi, kata Idris, Jokowi menolak desain empat lantai. “Paling banyak tiga tingkat. Tragedi ini menunjukkan Sulbar termasuk daerah rawan bencana,” jelas Idris.

Jokowi pada kesempatan itu memastikan pembangunan gedung baru akan dilakukan tahun ini. Setelah proses asesmen dari Kementerian PUPR selesai. “Pemerintah pusat akan membangun kembali gedung-gedung pemerintah yang roboh setelah diaudit,” sambungnya.

Pembangunan kantor akan masuk dalam skema APBN. “Tahun ini, mungkin kepresnya keluar. Yang jelas pakai APBN. Tidak mampu kalau pakai APBD. Taksiran biaya gedung induk yang roboh ketika perencanaan pada 2006-2007 mencapai Rp150 miliar. Sekarang, mugkin butuh Rp200 miliar,” kata mantan kepala Lembaga dministrasi Negara (LAN) Makassar ini.

Bagikan berita ini:
8
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar