Siriana ke Mantan Jubir KPK: Mestinya Cabut dari Partai Koruptor

Rabu, 20 Januari 2021 19:42

Johan Budi dan Gde Siriana

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Direktur Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf mempertanyakan komitmen mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP melawan korupsi.

Pasalnya setelah keluar dari KPK, Johan Budi bergabung dengan PDI Perjuangan. Sempat menjabat Staf Khusus Presiden, ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR periode 2019-2024 dapil Jawa Timur VII.

“Perjuangan #JohanBudiSP mantan jubir @KPK_RI melawan korupsi koq gak ada bekas-bekasnya di partai barunya. Malah makin mgila korupsinya,” kata Gede Siriana dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (20/1/2021).

Seperti diketahui, kasus korupsi terbaru yang mendera kader partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah kasus bantuan sosial (Bansos) Covid-19.

KPK menjerat mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Baru-baru ini beredar kabar yang menyebutkan bahwa dua politikus PDIP, Herman Hery dan Ihsan Yunus, diduga memperoleh kuota terbesar proyek bantuan sosial hingga mencapai Rp3,4 triliun.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan tersangka Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis siang (3/12/2020). Wenny yang juga DPC PDIP Kabupaten Banggai Laut.

Kader PDIP lainnya yang juga dicokol KPK adalah Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. Ajay juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi ditangkap KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pembangunan Rumah Sakit di Cimahi, , Jumat (27/11/2020).

Komentar