Bela NU dan Muhammadiyah, Tsamara Amany: Coba ke Kampung Lihat Relasi Kiai dan Warga

Kamis, 21 Januari 2021 17:50

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politisi Partai Soldiaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany memberikan pembelaan kepada dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Menurutnya, untuk melihat kedekatan kedua ormas itu dengan warga harusnya Pandji Pragiwaksono meilhat kondisi yang ada di kampung-kampung.

“Melihat NU/Muhamadiyah itu jangan dari organisasi pusat. Keduanya itu mengakar. Lihat di pesantren-pesantren atau sekolah-sekolah. Pergi ke kampung-kampung. Dari situ kita bisa memahami relasi Kiai & warga. Saya yakin lebih dekat dari relasi anggota DPR & warga yang diwakili,” kata Tsamara dikutip fajar.co.id di akun Twitter terverifikasi miliknya, Kamis (21/1/2021).

Mantan caleg DPR RI itu pun mengaku heran jika ada yang menilai Kyai NU jauh dari masyarakat. Selama ini, kata dia pintu ulama NU selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi.

“Kiai NU kok dibilang jauh dari masyarakat? Dulu waktu saya mampir ke Rembang, pintu rumah Gus Mus & Gus Yahya terbuka lebar. Di rumah Gus Mus, sedia makan terus. Mulai dari makanan besar sampai snack untuk pengunjung. Yang datang diajak ngobrol & didengarkan, siapa pun itu,” sebutnya.

“Waktu mampir ke Pesantren Buntet juga sama, siapa pun yang datang selalu disuguhi, diajak ngobrol, & didengarkan oleh keluarga pengasuh pesantren. Makanya saya selalu salut & kangen pergi ke pesantren-pesantren NU karena kehangatan yang diberikan oleh mereka. Luar biasa,” lanjut pemilik akun @TsamaraDKI itu.

Komentar