Ferdinand Harap BPK ‘Kuliti’ Anies Baswedan

Kamis, 21 Januari 2021 14:30

Foto Kolase Ferdinand Hutahaean dan Anies Baswedan (Istimewa/FIN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar terbuka terkait dana penyelenggaraan E Formula sebesar Rp560 miliar yang terlanjur ditranfer namun agenda tersebut belum digelar akibat pandemi Covid-19.

“Pertanyaan kita sekarang, uang sebesar Rp560 miliar itu. Itu ke mana, Nies jawablah, kau tranfer ke mana itu dana, ke rekening siapa, atas nama siapa di negara mana, jelaskan. Belum lagi anggaran lain untuk mendukung penyelenggaraan ini, ada biaya promosi, ada pembangunan sirkuit, itu kau transfer ke mana dananya. Ini yang harus dijelaskan ke publuk,” ujar Ferdinand melalui video yang diunggah di akun twitternya, Kamis (21/1).

Ferdinand berharap, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, bisa melakukan audit terhadap anggaran tersebut. Karena menurutnya, hingga saat ini tidak ada pertanggung jawaban dari Anies Baswedan.

“Saya berharap kepada BPK untuk melakukan audit terhadap penyelenggaraan e-formula ini karena sampai hari ini pertanggung jawabannya tidak ada sementara APBD telah berakhir. Artinya ini menjadi fiktif,” kata Ferdinand.

Ferdinand bilang, dia mengunggu rekomendasi dari BPK terkait kasus tersebut. Apakah perbuatan ini merugikan negara, memperkaya pihak ke tiga. Sebab jika demikian, menurut dia, artinya telah ada tindak pidana korupsi.

“Maka KPK sebagai pembasmi korupsi di negara ini harus turun ke Jakarta. Harus menelisik ini siapa yang bertanggung jawab,” ungkap Ferdinand.

Komentar