Gudang Dalam Kota Menjamur, Disdag Makassar Mati Kutu

Kamis, 21 Januari 2021 17:27

gudang dalam kota.(Dok FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penindakan gudang dalam kota tanpa kepastian. Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar masih belum berani tegas.

Pantauan FAJAR, aktivitas bongkar muat barang di tiga gudang yang sudah ditutup pada 14 November 2019 lalu berjalan seperti biasa. Tidak ada kekhawatiran. Hal ini terjadi lantaran tidak ada lagi pengawasan.

Pengaturan gudang dalam kota ini sebenarnya bisa cepat dilakukan. Hanya saja, selalu ada hambatan. Masalah yang paling sering muncul adalah lambannya surat keputusan (SK) diterbitkan.

Sebelum melakukan penindakan, Disdag Makassar diminta mengusulkan ke Bagian Hukum untuk ditelaah dahulu. Setelah itu baru diusul untuk disetujui SK penertiban dari wali kota agar bisa ditindaki Satpol PP Makassar.

Kepala Disdag Makassar, Andi Muh Yasir sejauh ini juga masih belum berani membuat keputusan. Ia belum ingin memastikan kebijakan terkait penindakan gudang dalam kota tersebut.

Alasan serupa sudah pernah dilontarkannya kala penindakan tanpa kepastian pada awal 2020 lalu. Yasir tak berani menegaskan komitmennya untuk menuntaskan atau menertibkan gudang-gudang yang masih beroperasi di dalam kota.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih merapatkan persoalan tersebut. Sehingga belum ada kepastian akan dan kapan penertiban dilakukan. Atau bahkan enggan dilakukan. “Nanti nah, saya masih sementara rapat,” kuncinya.

Kabag Hukum Setda Kota Makassar, Hari mengemukakan, jika sudah ada landasan hukum berupa perwali maka seharusnya bisa segera dijalankan. Apalagi prosedur dan aturannya sudah jelas.

Komentar