Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri, Seperti Ini Analisis Pengamat

Kamis, 21 Januari 2021 15:13

Kapolri Jenderal Idham Azis (kiri) bersama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Komisi III DPR, Kompleks Par...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Beberapa waktu lalu pemerintah melalui Surat keputusan Bersama (SKB) memutuskan membubarkan From Pembela Islam (FPI).

Keputusan tersebut disepakati beberapa lembaga pemerintah, diantaranya Kapolri, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kemudian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung.

Dengan dikeluarkannya SKB itu, maka pemerintah melarang semua kegiatan yang dilakukan ormas besutan Habib Rizieq Shihab itu.

Setelah diangkatnya Kapolri baru Komjen Listyo Sigit Prabowo, bagamana nasib FPi?

Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menilai dengan diangkatnya Kapolri baru Komjen Listyo pelarangan kegiatan FPI terus akan berlanjut.

“Ini sudah keputusan enam Menteri melarang semua kegiatan FPI, tentu Listyo Sigit akan melaksanakan dan mengamankan keputusan itu,” ujarnya dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (20/1/2020).

Akan tetapi, tantangan terbesar sosok pria akrab dipanggil Sigit itu saat menjabat sebagai Kapolri adalah bisa merangkul semua ormas keagamaan.

Selain itu, lanjut Stanislaus, bisa merubah semua kultur di lembaga Korps Bhayangkara itu.

“Mungkin itu tantangan besar pak Listyo Sigit, bisa merangkul ormas agama dan merubah citra Polri di mata masyarakat,” tuturnya.

Kendati demikian, Stanislaus meyakini mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mampu melewati tantangan tersebut.

Sebab, kemampuan sosok pria akrab dipanggil Sigit itu sudah terbukti saat ia menjabat sebagai Kapolda Banten beberapa tahun lalu.

“Sebenarnya, tantangan ini sudah dijawab dengan baik terutama terkait hubungan eksternal karena telah dibuktikan Listyo Sigit waktu menjadi Kapolda Banten,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komjen Listyo Sigit Prabowo terpilih menjadi Kapolri setelah selesai menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan.

Fit and proper test itu dilakukan pada Rabu (20/1/2021) kemarin oleh Komisi III DPR RI, di kompleks Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam paparan visi dan misinya, Komjen Sigit menekankan ingin mewujudkan transformasi kepolisian menjadi “Polri Presisi”.

Presisi merupakan konsep pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

“Apabila saya diberikan amanah sebagai Kapolri, transformasi Polri akan saya lakukan. Dengan transformasi menuju Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadlian,” ucapnya.

Dia menjelaskan, upaya pemolisian prediktif dilakukan berdasarkan analisis fakta, data, dan informasi yang didukung kemajuan dan perkembangan teknologi.

Sehingga, ungkap Komjen Listyo, tindakan kepolisian akan lebih tepat dan menyelesaikan permasalahan secara tuntas.

Selanjutnya, responsibilitas dimaknai sebagai rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku.

Kemudian, responsibilitas menjalankan tugas untuk menjamin kepentingan masyarakat dalam menciptakan keamanan.

Sementara itu, transparansi berkedalian merupakan realisasi dari prinsip, cara berpkir, dan sistem yang terbuka, akuntabel, dan humanis.

“Kami terbuka untuk diawasi sehingga pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dapat menjadim keamanan dan keadilan masyarakat,” kata Sigit (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
7
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar