Korban Gempa Majene Meninggal di Pengungsian

Kamis, 21 Januari 2021 09:37

Korban gempa Majene Sulawesi Barat yang meninggal di tenda (dtc)

FAJAR.CO.ID, MAJENE— Nurbiah (53) korban gempa Majene-Mamuju Sulawesi Barat meninggal dunia di tenda pengungsian. Dia kerap mengeluh batuk berdahak dan menggigil kedinginan di tenda.

Kepala Desa Totolisi, Kecamatan Cendana, Majene, Sulawesi Barat, Suardi, menceritakan, Nurbiah bersama suami dan lima anaknya mengungsi di tenda pengungsian sejak Jumat (15/1/2021).

Suardi sempat mengunjungi tenda pengungsian Nurbiah pada Senin, 18 Januari 2021.

Dia mendengar keluhan Nurbiah secara langsung yang mengaku kedinginan dan batuk berdahak.

“Memang kedinginan dan agak berdahak. Itu yang di sampaikan ke saya,” kata Kepala Desa Totolisi Kecamatan Cendana, Majene, Suardi, Rabu (20/1/2021).

Namun apa daya, Suardi tidak dapat berbuat banyak.

Bantuan logistik dari pemerintah kecamatan atau kabupaten atau provinsi sama sekali belum menjangkau wilayah pengungsian mereka di Desa Totolisi, Kecamatan Cendana, Kabupaten Majene.

“Sama sekali tidak ada Pak. Belum ada bantuan. Artinya, yang saya pahami secara resmi (belum ada), kecuali ada pihak keluarganya datang membesuk tidak menyampaikan di pihak pemerintah,” kata Suardi.

“Itu yang saya pahami kalau seperti bantuan itu tidak ada,” katanya seperti dilansir detikcom.

Selang sehari kemudian, Suardi mendapat laporan Nurbiah meninggal dunia.

“Saya habis salat subuh pergi jalan-jalan memantau di tenda-tenda. Kebetulan ada orang lewat, katanya ibu yang atas nama Nurbiah itu meninggal di tenda pengungsian,” kata Suardi.

Komentar