Listyo Sigit Prabowo : Saya Siap Mendengar Kritikan Ulama

Kamis, 21 Januari 2021 12:09

Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menjabat Kapolda Banten, bersama Ulama Banten, Kyai Haji Abuya Muhtadi.

“Banten kondusif saat Listyo Sigit memimpin Polda Banten. Keberhasilannya itu karena mau datang, mendengar, dan melaksanakan saran ulama dan tokoh kasepuhan di Banten,” kata Haji Embay Mulya Sarief, Ketua Forum Pembaruan Bangsa, juga Anggota Dewan Pertimbangan MUI Banten.

Kehilangan sosok dan kepemimpinan Lystio Sigit pun dirasakan Abuya Muhtadi, Ulama Banten Kharismatik, yang pertamakali didatangi Lisyto Sigit seusai dilantik sebagai Kapolda Banten.

“Pesan saya bisa menjaga kamtibmas di Banten, berhasil dilaksanakannya,” kata Abuya Muhtadi, yang menyebut, Listyo Sigit adalah orang baik dan dermawan.

Selain itu, lanjut Abuya Muhtadi, Listyo Sigit juga menginisiasi jajarannya dari tingkat polda, polres hingga polsek, diwajibkan untuk mempelajari dan mengamalkan kitab kuning yang disusun Syekh Nawawi Albantani. Begitu juga kerap hadir dalam kegiatan rutin istighosah, bahkan memberangkatkan umroh para kyai pondok pesantren, santri, hingga anggota Babinkamtibmas.

Menurut Kyai Haji Martin Sarkowi, Listyo Sigit juga sangat peduli terhadap pesantren-pesantren di Banten. Bahkan tidak jarang ikut memberikan bantuan. “Bisa merangkul semua elemen masyarakat. Bukan saja ulama dan pimpinan pondok pesantren, tetapi kasepuhan, tokoh adat, serta tokoh perguruan silat atau jawara yang ada di Banten,” ujar pimpinan pesantren yang juga salah seorang tokoh NU di Banten.

Begitu juga dirasakan Pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah Alfutuhiyah, Banten, Buya Kyai Haji Ahmad Qurthubi Jaelani. Awalnya keras menolak memimpin Polda Banten, namun justru berbalik mendukungnya, sekaligus terkesan dengan kepemimpinannya. Itu karena sosok Listyo Sigit yang mau datang, mendengar dan bisa berkomitmen menciptakan Banten aman, dan tegas terhadap persoalan yang bisa memancing keresahan, seperti munculnya isu sara di wilayah Banten.

Komentar